Disperindag Jatim Perketat Pengawasan Harga Berbagai Kebutuhan Dan Peredaran Barang
info siskaperbapo / 2011-08-09

Disperindag sudah membentuk tim posko pengawasan harga di 38 kabupaten kota di seluruh wilayah Jatim. Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan harga dan melaporkannya ke provinsi.

Langkah ini dilakukan guna meminimalisir beban rakyat, khususnya dari kalangan menengah bawah saat puasa dan lebaran besok.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim) kian memperketat pengawasan harga berbagai kebutuhan dan peredaran barang.

Kita memang tidak bisa intervensi harga, karena kita sudah masuk pada perekonomian global. Semua harga ditentukan oleh pasar. Namun kita masih bisa melakukan tindakan guna menekan laju kenaikannya sehingga rakyat miskin tidak terbebani,? ungkap Kepala Disperindag Jatim Budi Setiawan ketika ditemui di kantornya,Surabaya, Kamis (4/8/2011).

Menurut Budi, beban rakyat miskin akan semakin tinggi jika harga berbagai kebutuhan pangan mengalami kenaikan, seperti harga beras, minyak goreng, gula, dan lain sebagainya. Karena. 60% hingga 70% dari total pendapatan mereka, digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Makanya yang menjadi kosentrasi kita saat ini adalah menekan laju kenaikan beras, gula, Minyak goreng dan tepung terigu. Dan dalam hal ini kami sudah mengalokasikan subsidi biaya distribusi empat komoditas tersebut sebesar Rp12,5 milyar atau sekitar 50 juta kilogram komoditas beras, gula, tepung dan migor,? katanya.

Untuk komoditas beras, tepung dan gula sudah dilaksanakan per satu Agustus. Sementara subsidi komoditas migor baru bisa dilaksanakan pada minggu depankarena sulitnya pabrikan untuk mengkoordinir distributor migor akibat ketatnya persaingan pasar.

Mekanismenya nanti adalah dengan melakukan klaim. Berapa volume yang terjual, ya itu yang kita kasi subsidi. Dan mereka harus menjual sesuai dengan harga pabrik,? terang Budi.

Komoditas beras dijual denganharga Rp6.100 per kilogram dari harga pasar Rp7.600 hingga Rp7.900 per kilogram, gula Rp 8.400 per kilogram dari harga pasar Rp 9.400, per kilogram tepung terigu segitiga biru Rp6.250 per kilogram dari harga normal Rp 7.060 per kilogram dan terigu Kencana Merah Rp5.350 per kilogram.

Terkait ketersediaan stok, Budi menyatakan stok kebutuhan pangan Jatim saat ini sudah lebih dari cukup. Stok daging sapi mencapai 30.586 ton sementara kebutuhan sekitar 27.799 ton, surplus 2.787 ton. Stok daging ayam 41.855 ton sedangkan kebutuhn mencapai 37.523 ton, surplus 4.332 ton dan stok telor mencapai 57.252 ton dari kebutuhan 52.902 ton, surplus 350 ton. Susu mencapai 149.410 ton dari kebutuhan 137.282 ton atau surplus 127 ton

Inilah yang terus kita lakukan untuk menekan laju kenaikan, yaitu memastikan keberadaan stok tidak kurang dan kelancaran distribusi. Sebab pemerintah harus berbuat, meski sebenarnya tidak bisa kendalikan secara masif. Dengan langkah ini, kami berharap masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau,? katanya. (diambil dari :kabarbisnis.com)

Berita & Informasi
2017-01-28

Data Scientist Yang Terlupakan

Tahukah anda, angka-angka yang muncul dan sering ditulis media tentang inflasi maupun deflasi yang terjadi di sebuah kota awalnya merupakan angka-angk...
2016-04-24

Harga rata-rata Cabai di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun

Harga cabai di Pasar tradisional Jawa Timur dalam 30 hari terakhir cendrung menurun. Bahkan hampir semua jenis komoditas cabai mengalami penurunan. Me...
2015-07-10

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam urat...
2015-02-17

DPD Keluhkan Penurunan Harga BBM yang Tidak Berdampak pada Penurunan Harga Sembako

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah sebanyak dua kali dalam satu bulan terakhir ternyata belum dapat memberika...