Operasi Pasar di Jatim Stabilkan harga Bahan Pokok
info siskaperbapo / 2012-03-28

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur optimistis pelaksanaan operasi pasar (OP) dapat meredam kenaikan harga bahan pokok.

"Operasi pasar kami lakukan secara serentak di sejumlah pasar tradisional di Surabaya. Salah satunya di Pasar Tambakrejo," kata Kepala Disperindag Jatim, Budi Setiawan, yang ditemui seusai rapat koordinasi dan sinkronisasi program kegiatan industri perdagangan tahun 2012 dan peluncuran Sistem informasi ketersediaan dan perkembngan harga bahan pokok (http://siskaperbapo.com/) di Surabaya, Senin (26/3).

Menurut dia, operasi pasar yang ke depan juga akan dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional di Jatim diterapkan dengan cara mendistribusikan beberapa komoditas bahan pokok. Ia mencontohkan, hari Senin pihaknya menyalurkan minyak goreng merek Putri yang dikemas dalam botol khusus seharga Rp 7.500 per liter. Harga jual pada kondisi normal minyak goreng tersebut Rp 12.000 per liter.

Dengan operasi pasar ini selisih harga disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Jatim melalui program subsidi angkut guna menekan kenaikan harga bahan pokok menjelang peningkatan harga BBM.

"Secara keseluruhan, nilai subsidi angkut yang dikeluarkan Pemprov Jatim mencapai Rp 5 miliar dan besaran itu akan disalurkan di 38 kabupaten/kota,".

Terkait pemberlakuan harga beberapa bahan pokok di operasi pasar tersebut, menurut dia, sesuai pantauan di Pasar Tambakrejo, seperti: minyak goreng, gula pasir, bawang putih, dan cabai rawit, mengalami kenaikan.

"Akan tetapi, penyebab kenaikannya bukan karena menjelang peningkatan harga BBM melainkan pengaruh cuaca,".

Saat ini, penerapan harga minyak goreng yang dijual meningkat menjadi Rp11.000 per liter dari harga pekan sebelumnya Rp10.000.

 Harga gula pasir meningkat menjadi Rp 11.000 perkilogram dari sebelumnya Rp 10.000

dan cabai rawit naik menjadi Rp 30.000 dari harga pekan lalu Rp 12.000 perkilogram.

Mengenai penyaluran subsidi angkut di Jatim, dikemukakan , program tersebut sudah ketiga kalinya. Tahun lalu, disediakan Rp 12,5 miliar dan dialokasikan untuk meredam kenaikan harga seperti untuk Lebaran melebihi Rp 2,5 miliar dan Natal Rp 2 miliar.

Berita & Informasi
2017-01-28

Data Scientist Yang Terlupakan

Tahukah anda, angka-angka yang muncul dan sering ditulis media tentang inflasi maupun deflasi yang terjadi di sebuah kota awalnya merupakan angka-angk...
2016-04-24

Harga rata-rata Cabai di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun

Harga cabai di Pasar tradisional Jawa Timur dalam 30 hari terakhir cendrung menurun. Bahkan hampir semua jenis komoditas cabai mengalami penurunan. Me...
2015-07-10

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam urat...
2015-02-17

DPD Keluhkan Penurunan Harga BBM yang Tidak Berdampak pada Penurunan Harga Sembako

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah sebanyak dua kali dalam satu bulan terakhir ternyata belum dapat memberika...