Bulan April 2013 Jawa Timur mengalami Deflasi sebesar 0,36 persen
info siskaperbapo / 2013-05-14

BRS Jatim No. 26/05/35/Th.XI, 1 Mei 2013: Pada bulan April 2013 Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Dari 7 kota IHK di Jawa Timur, semua kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,94 persen, diikuti oleh Probolinggo sebesar 0,82 persen, Surabaya dan Madiun masing-masing sebesar 0,37 persen, Jember sebesar 0,34 persen, Malang sebesar 0,21 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,09 persen.

Deflasi Jawa Timur bulan April 2013 terjadi karena tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,37 persen, kelompok sandang sebesar 1,69 persen, dan kelompok transpor-komunikasi-jasa/keuangan sebesar 0,07 persen, sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,35 persen, dan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dan kelompok perumahan masing-masing sebesar 0,09 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah bawang putih, emas perhiasan, beras, daging ayam ras, tomat sayur, cabe rawit, jagung muda, tarip kereta api, kentang dan ikan gurame.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah buah apel, bawang merah, rokok kretek filter, daging sapi, telur ayam ras, cabe merah, buah pepaya, ikan bakar, buah pir dan pasir.

Dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, semua kota mengalami deflasi. deflasi tertinggi terjadi di Semarang sebesar 0,43 persen, diikuti oleh Serang sebesar 0,40 persen, Surabaya sebesar 0,37 persen, Yogyakarta sebesar 0,30 persen, Jakarta sebesar 0,24 persen, dan deflasi terendah terjadi di Bandung sebesar 0,21 persen.

Dari 66 kota IHK nasional, 38 kota mengalami deflasi dan 28 kota lainnya mengalami inflasi. Lima kota yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar 1,20 persen, diikuti Palu sebesar 0,95 persen,

Sumenep sebesar 0,94 persen, Bima dan Probolinggo masing-masing sebesar 0,82 persen, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan sebesar 0,81 persen, diikuti oleh Sibolga dan Medan masing-masing sebesar 0,74persen, Pangkal Pinang sebesar 0,66 persen, dan Singkawang sebesar 0,64 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari 2013-April 2013) Jawa Timur mencapai 2,49 persen, sedangkan laju inflasi year on year (April 2013 terhadap April 2012) Jawa Timur sebesar 6,20 persen.
Berita & Informasi
2017-01-28

Data Scientist Yang Terlupakan

Tahukah anda, angka-angka yang muncul dan sering ditulis media tentang inflasi maupun deflasi yang terjadi di sebuah kota awalnya merupakan angka-angk...
2016-04-24

Harga rata-rata Cabai di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun

Harga cabai di Pasar tradisional Jawa Timur dalam 30 hari terakhir cendrung menurun. Bahkan hampir semua jenis komoditas cabai mengalami penurunan. Me...
2015-07-10

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam urat...
2015-02-17

DPD Keluhkan Penurunan Harga BBM yang Tidak Berdampak pada Penurunan Harga Sembako

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah sebanyak dua kali dalam satu bulan terakhir ternyata belum dapat memberika...