Data Scientist Yang Terlupakan
info siskaperbapo / 2017-01-28

Tahukah anda, angka-angka yang muncul dan sering ditulis media tentang inflasi maupun deflasi yang terjadi di sebuah kota awalnya merupakan angka-angka rumit statistik? Berasal dari sebuah survei yang diikuti ribuan orang, angka-angka itu awalnya tak bisa dibaca sembarangan. Butuh keahlian khusus untuk menyusunnya hingga akhirnya hadir di media dengan headline inflasi atau deflasi.

Begitupun, hasil quick count atau real count pilkada, ternyata tak sesederhana yang kita baca. Hasil kemenangan seorang kepala daerah yang muncul ternyata melalui proses yang cukup rumit dan dikerjakan oleh para ahli quick count. Mereka yang menyusun dan merumuskan angka maupun data-data rumit itu biasa disebut sebagai data scientist atau kadang juga dikerjakan oleh data programmer, sebuah profesi unik yang tak sembarangan orang bisa melakukannya.

Meski kerja mereka rumit, namun tak banyak yang mengetahui keberadaan mereka. Apalagi, pekerjaan mereka juga biasa dilakukan di ruang-ruang sempit, terisolir yang jauh dari hingar-bingar yang biasa dilihat khalayak, bahkan disudut sempit sebuah warung kopi .

Contoh fantastis monetizing data adalah seperti yang dilakukan Google. dengan algoritma yang dibangun, Google mampu melakukan grab data, mengolahnya, dan menyajikan untuk kemudahan penggunanya. Konversi data untuk monetizing ini menjadi kajian yang kini sedang ramai diperbincangkan dan dipraktikkan di dunia maya.

Demikian juga yang dilakukan pada siskaperbapo, dengan data survey yang dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dan sistem yang dibangun sedemikian rupa mampu melakukan pantauan harga bahan pokok, mengolahnya, serta menyajikannya sehingga dapat digunakan sebagai salah satu media mengendalikan inflasi melalui pelaporan informasi harga bahan pokok untuk pasar, kota atau kabupaten, dan provinsi yang selalu terupdate, terintegrasi, tersinkronisasi, dan dikombinasikan dengan teknologi sms, sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat maupun pihak-pihak yang membutuhkan, kapan saja dan di mana saja.

Dunia data, bukan hanya dominasi pegiat ilmu teknologi informasi maupun statistik. Bahkan bidang ilmu bahasa, psikologi, sosiologi, keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan bidang ilmu lainnya punya kontribusi besar membentuk sistem data yang outputnya bermanfaat besar.

Dengan pendekatan analisis multi disiplin ilmu ini, pengukuran-pengukuran menggunakan data, bisa lebih akurat dan memenuhi banyak kebutuhan.
 

Berita & Informasi
2017-01-28

Data Scientist Yang Terlupakan

Tahukah anda, angka-angka yang muncul dan sering ditulis media tentang inflasi maupun deflasi yang terjadi di sebuah kota awalnya merupakan angka-angk...
2016-04-24

Harga rata-rata Cabai di Pasar Tradisional Jawa Timur Turun

Harga cabai di Pasar tradisional Jawa Timur dalam 30 hari terakhir cendrung menurun. Bahkan hampir semua jenis komoditas cabai mengalami penurunan. Me...
2015-07-10

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat

Perbaikan pengelolaan pasar tradisional melalui pengembangan SNI Pasar Rakyat Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam urat...
2015-02-17

DPD Keluhkan Penurunan Harga BBM yang Tidak Berdampak pada Penurunan Harga Sembako

Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah sebanyak dua kali dalam satu bulan terakhir ternyata belum dapat memberika...